Posted by: gulagulakakidua | September 22, 2011

Modifikasi Antena Vodafone Zuhause Talk & Web Box

Sesuai dengan judul di atas modifikasi antena pada Vodafone Zuhause adalah bertujuan untuk menambah daya tangkap sinyal 3G (UMTS). Sekedar informasi perangkat Vodafone Zuhause Talk & Web Box yang saya miliki adalah perangkat multifungsi karena di dalamnya terdapat modem 3G dengan merk Novatel Merlin U630, selain itu di dalam perangkat ini juga terdapat WiFi Router dan GSM Fixed Wireless Terminal (Fax/Phone) dengan demikian perangkat ini berfungsi sebagai modem 3G, WiFi Router dan juga GSM FWT. Modifikasi antena pada perangkat ini sebenarnya hanya mengganti antena standar perangkat tersebut dengan antena luar ruangan (outdoor).

Antena bawaan perangkat ini diganti karena dirasa kurang mumpuni dalam menangkap sinyal 3G (UMTS), sinyal 3G yang ditangkap antena ini maksimal hanya dua baris (maksimum 5 baris) bahkan tidak jarang sinyal yang ditangkap hanya sinyal GPRS, hal ini tentu mempengaruhi kecepatan koneksi internet bahkan koneksi sering terputus (disconnect). Saya menggunakan Indosat M2, BTS indosat juga tidak jauh dari rumah. Kemudian saya berpikir untuk mengganti antena bawaan (standar) dengan antena 3G untuk luar ruangan (outdoor).

Setelah beberapa waktu googling di internet saya menemukan banyak pilihan untuk antena 3G dari yang murah sampai yang mahal, buatan lokal maupun buatan luar negeri. Untuk antena 3G buatan lokal harga berkisar antara Rp 200.000 sampai Rp 400.000 harga tersebut cukup terjangkau dan pembuatnya juga menyediakan bantuan teknis. Bila dilihat secara sepintas antena tersebut mirip dengan antena tv, di internet juga bisa ditemukan cara untuk membuat antena 3G untuk luar ruangan. Saya bahkan sempat berpikir untuk mencoba membuat sendiri, tetapi saya kemudian memiliki ide lain yaitu menggunakan antena tv yang ada di rumah.

Percobaan pertama saya lakukan, saya memasang kabel tambahan (paralel) dari kabel antena tv yang ada di rumah. Masalah baru muncul, konektor antena modem adalah Hirose MS-151 hal ini tentunya tidak bisa langsung dikoneksikan dengan kabel antena tv yang saya buat tadi karena kabel antena tv adalah jenis kabel coaxial, tembaga pada kabel ini ukurannya lebih besar dari konektor modem. Konektor antena modem (Hirose MS-151) memiliki lubang konektor sebesar jarum, untuk itu saya mencoba memasukan jarum jahit pada lubang konektor tersebut dan ternyata cocok. Dengan demikian saya menyambung ujung kabel antena dalam hal ini tembaga kabel tersebut disambung dengan jarum jahit, kemudian jarum tersebut dimasukan kedalam konektor antena modem.

Setelah itu modem dinyalakan dan hasil yang didapat ternyata mengecewakan, sinyal 3G yang didapat sebanyak 1 baris bahkan sinyal turun menjadi GPRS. Kemudian saya melakukan percobaan kedua, saya tetap menggunakan antena dan kabel yang sama hanya saja kabel tidak diparalel dengan tv, dari antena langsung ke modem. Kemudian saya nyalakan kembali modemnya dan ternyata hasil yang didapat sangat memuaskan, sinyal 3G yang didapat sebanyak 3 baris.

Akhirnya saya memutuskan untuk membeli antena tv seharga Rp 80.000 dan juga kabelnya. Saya juga tetap menggunakan jarum jahit untuk menyambung ujung kabel dengan modem. Antena saya pasang di sebatang bambu dengan menghadap ke BTS. Dengan antena baru ini koneksi lebih stabil, jarang mengalami putus alias disconnect. Bila kondisi lingkungan (suhu, cuaca, angin) sedang baik sinyal 3G yang didapat bisa mencapai 4 baris.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.